Setiap ibu pasti ingin mempunyai anak yang selalu nampak bahagia,
responsif, rambut tidak mudah rontok, gigi cemerlang, gusi merah muda,
tak mudah berdarah, kulit bersih, kuku tidak pudar, dan tidak rapuh.
Juga lahap saat makan, tidurnya lelap, Buang Air Besar (BAB) lancar dan
cocok dengan KMS (Kartu Menuju Sehat).
Celakanya tidak semua ibu mampu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi
keseharian yang membuat anak mengalami gizi buruk. Di Indonesia tercatat
empat persen balita Indonesia menyandang status gizi buruk atau sekitar
900 ribu merata di seluruh Indonesia. Balita bergizi buruk bisa
mempengaruhi kualitas manusia Indonesia.
Dalam media talkshow Nutritalk V: Nutrisi Selama Kehamilan Selamatkan
Bunda dan Generasi Penerus Bangsa yang diselenggarakan Sari Husada, dr.
Damar Prasmusinto, SpOG (K) dari Divisi Fetomaternal Departemen
Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM mengungkapkan, ibu harus memberikan
perhatian sejak masa kehamilan.
Mengapa? "Risiko kehamilannya sendiri bagi ibu hamil dan janin, ibu
jangka panjang dan anak hingga dewasanya. Risiko kehamilan di seluruh
dunia dalah 24 persen pendarahan, 15 persen infeksi, 13 persen aborsi
tidak aman, 20 persen penyebab tidak langsung, 12 persen eklampsia, 8
persen partus macer dan 8 persen lainnya," ungkapnya.
Ibu hamil perlu variasi makanan seperti konsumsi makronutrien
misalnya protein dan mikronutrien, seperti asam folat esensial. Perlu
juga memperhatikan keseimbangan dalam pola makan. Konsumsi semua jenis
makanan, sesuai kebutuhan harian yang direkomendasikan. Tidak kalah
penting adalah kunci untuk kebahagiaan hidup dan hidup sehat,"
ungkapnya.
Bagaimana dengan kebutuhan karbohidrat? Karbohidrat yang
direkomendasikan mempunyai rentang asupan yang diterima 45 - 65 persen
kalori. Nilai gizi terbaik, pilih makanan wholegrain, Roti wholemeal
atau multigrain, pasta wholemeal, beras merah, biskuit "wholegrain",
sereal "wholegrain" dan sebagainya. Juga buah, sayuran susu dan legumes.
Untuk protein direkomendasi rentang asupan yang diterima 10 - 35
persen kalori. Selama kehamilan perlu 55 lebih banyak per hari. Protein
membangun placenta dan jaringan ibu dan janin. Untuk nilai gizi terbaik,
pilih susu rendah lemak, ikan, ayam tanpa kulit, daging serat, telur,
legumes, kacang dan biji-bijian.
Pemenuhan kebutuhan lemak, Damar menyarankan rentang asupan yang
diterima 20 - 35 persen kalori atau memerlukan 20 persen lebih banyak
per hari selama kehamilan. Untuk nilai gizi terbaik pilih lemak tidak
jenuh berganda seperti Omega 3 Fat - DHA, lemak tidak jenuh tunggal.
Juga kurangi lemak jenuh dan lemak trans.
Bagaimana dengan pemilihan nutrisi tambahan? Damar mengungkapkan,
boleh saja mengonsumsi pil tapi hanya untuk vitamin dan mineral. Bisa
juga konsumsi produk susu ibu yang mengandung energi, protein, lemak
esensial, serat, vitamin, dan mineral.
Energi mempertahankan aktivitas metabolik, membantu sintesis protein
mencerminkan asupan lemak dan karbohidrat setelah peningkatan kebutuhan
protein diperhitungkan. Jumlah total yang diperlukam selama ibu hamil
adalah 55 ribu kcal = 28 minggu x 7 hari.
Protein diperlukan untuk meningkatkan volume darah ibu, pertumbuhan
jaringan janin. Saat hamil energi harus meningkat dari 0,8 gram per kilo
BB jadi 1.1 grBB. Yang juga tidak bisa dilupakan adalah kebutuhan
nutrisi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA http://id.berita.yahoo.com/ibu-hamil-perlu-variasi-makanan-070959104.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar